{"componentChunkName":"component---src-pages-blog-article-js","path":"/blog/InfoTania/Teknologi Pertanian/pertanian-tanpa-pengolahan-tanah","result":{"data":{"thisArticle":{"title":"Pertanian Tanpa Pengolahan Tanah","subtitle":"Sobat Tania apakah pernah mendengar No Till Farming/Pertanian Tanpa Olah Tanah? Ternyata banyak manfaatnya loh. Yuk simak pembahasan berikut","content":"Sebanyak 23 miliar ton tanah subur pada tiap tahunnya akibat praktek pertanian yang tidak memandang keberlanjutan dari sistem pertanian ini yaitu dengan menjaga komponen penting dari kesuburan tanah. Praktek pertanian yang menyebabkan hilangnya kesuburan tanah seperti penggundulan hutan, pembakaran, dan penggunaan pupuk maupun pestisida yang berbahan kimia secara berlebihan. Hal lainnya yang menjadi penyumbang kerusakan tanah ini adalah dengan pengolahan tanah. \n\nPertanian dengan olah tanah biasanya digunakan petani modern untuk mendukung mereka menanam lebih banyak benih dengan usaha yang sedikit. Kegiatan pengolahan lahan ini yaitu dengan membalik 6-10 inci tanah sebelum menanam tanaman baru. Ketika hal tersebut dilakukan, permukaan sisa tanaman, kotoran hewan dan gulma dapat jatuh ke dalam ladang dan mencampurkannya dengan tanah. Hal tersebut dapat menghangatkan tanah kemudian timbul kerugian dan kerusakan dalam jangka yang panjang. Pengolahan tanah ini menghilangkan materi tanaman yang menutupi tanah dengan membiarkan tanah kosong/gundul, terutama pada tanah yang kekurangan bahan organik, kemungkinan besar akan lebih mudah terkikis oleh angin dan kemudian menyebabkan struktur nya menjadi kurang mampu dalam menyerap dan menyusupi air dan unsur hara. \nSedangkan pertanian tanpa olah tanah mempunyai lebih banyak manfaat dalam melindungi struktur tanah agar tetap utuh dan melindungi tanah dengan meninggalkan/membiarkan tanaman tetap berada di permukaan tanah. Kemudian dapat meningkatkan penyerapan air akibat dari tanaman yang berada diatasnya dan mengurangi erosi dan polusi air yang terjadi. \n\nPraktik tanpa olah tanah ini juga dapat menyerap air lebih baik sehingga meningkatkan efisiensi irigasi terutama selama cuaca yang panas dan kering. Mikroorganisme tanah seperti jamur, bakteri juga penting untuk kesuburan tanah dan penguraian bahan organic tanah. Ketika tanah tersebut tidak terganggu, maka organisme tadi dapat membentuk komunitasnya dan menguraikan bahan organic tanah tersebut hal ini juga dapat memperbaiki struktur tanah yang tidak gembur.\nPertanian tanpa olah tanah ini mempunyai banyak manfaatnya bukan ? terlebih lagi dalam penghematan biaya bahan bakar hingga 50-80% dengan petani yang menggunakan traktor/mesin pembajak dalam pengolahan lahan pertaniannya dan memberikan banyak waktu luang untuk petani dapat menggunakan waktu tersebut dalam kegiatan pertanian lainnya. \n\nSumber : \n[Online] https://regenerationinternational.org/2018/06/24/no-till-farming/ diakses pada hari Kamis, 08 Oktober 2020 pada pukul 19.07 WIB\n\n","createdAt":"14 October 2020","cover_source":"paul mocan on Unsplash","read_more":null,"contributor":null,"references":null,"cover":[{"id":"5f86cb1ca456b5001c8fd1f9","url":"https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/Webp_net_compress_image_685dda6aa2.jpeg"}],"category":{"id":"5e70e4eb7e9d8e0012b29ba3","category_name":"Teknologi Pertanian"},"article_category":{"category_name":"InfoTania"}},"relatedArticles":{"edges":[{"node":{"id":"Articles_5e7822a4c5f15f001d560b72","title":"Bertani Cerdas dengan Teknologi Drone","subtitle":"Drone merupakan salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi di bidang pertanian.","slug":"bertani-cerdas-dengan-teknologi-drone","cover":[{"id":"5e888e01c5f15f001d560b77","url":"https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/af738c3abe7c4962a82194e2fe073794.png"}],"category":{"category_name":"Teknologi Pertanian"},"article_category":{"category_name":"InfoTania"},"published_date":"21 March 2020"}},{"node":{"id":"Articles_5e92a03f323862001c32f649","title":"Bercocok Tanam tanpa Tanah ","subtitle":"Hidroponik menjadi alternatif untuk menanam dengan hasil panen yang lebih tinggi dibanding dengan media tanah","slug":"menanam-tanpa-tanah","cover":[{"id":"5ec0ea776f6702001cec6220","url":"https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/d48ce740916d48e4b554aedc4774a7b1.png"}],"category":{"category_name":"Teknologi Pertanian"},"article_category":{"category_name":"InfoTania"},"published_date":"26 March 2020"}}]}},"pageContext":{"id":"Articles_5f86cb62a456b5001c8fd1fa","slug":"pertanian-tanpa-pengolahan-tanah","tag":"Teknologi Pertanian"}},"staticQueryHashes":[]}